Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji

sambaskini.com, PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan saran kepada para calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020 di Kalbar untuk pikir-pikir lagi maju dalam kontestasi tersebut. Terlebih lagi, kata Midji, calon yang figurnya belum terlalu dikenal masyarakat atau yang baru ingin mengenalkan diri.

Hal itu disampaikan Midji saat diwawancarai mengenai kesiapan Kalbar menghadapi Pilkada serentak 2020 yang akan berlangsung di tujuh kabupaten di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Yang tak dikenal masyarakat, yang baru mau ngenalkan diri mikir dululah mau maju. Jangan sampai orang tak tahu selama ini, tahu-tahu muncul, leteh (capek) biayanya besar, apalagi (sekarang) covid-19 ini, mau ngumpulkan orang bagaimana, dibatasi dan tidak efektif,” ujarnya belum lama ini.

Meski demikian orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini berbagi pengalaman kepada para calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 2020 mendatang. Di mana dirinya menyarankan agar para calon memanfaatkan media sosial sebagai media kampanye terlebih lagi di masa pandemi ini mengumpulkan massa merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan dan bukan langkah yang efektif.

“Pilkada Pak Tito bilang kampanye lewat media sosial. Yang tak bise media sosial itu saye sudah bilang, efektif itu media sosial, media cetak dan media elektronik, itu gunakan, jangan lagi ngumpulkan orang ramai, kasih ini itu, tak usah. (Jualan) Program sekarang. Saya dulu tidak satupun yang saya kasih barang, tapi saya sampaikan program, saya punye kewajiban moril untuk memenuhi apa yang saya janjikan, pendidikan gratis saya jalankan, perbaikan jalan dan lainnya. Bangun sekolah dan sebagainya,” tukasnya.

Menurutnya, kampanye tak perlu lama-lama dilakukan. Ia berpendapat, untuk tingkatan Pilkada kabupaten cukup dilakukan selama sebulan.

“Kampanye tak perlu lama-lama. Kalau pilkada kabupaten sebulan cukup. Jadi media cetak, media sosial, media elektronik gunakan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (why)