Bakal Calon Bupati & Wakil Bupati Sambas

SambasKini. Com. SAMBAS : Kabupaten Sambas tidak lama lagi akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada 2020 tahun ini.

Meski pasangan dengan tagline Sambas Berkemajuan H. Satono – Fahrur Rofi (Putra Bupati Sambas 2 Periode Burhanudin A Rasyid) menyatakan siap maju Pilkada Sambas , namun nama H.Satono – Fahrur Rofi saat ini lagi ramai diperbincangkan ditengah – tengah diskusi para pengamat politik maupun para pemuda diwilayah Kabupaten Sambas.

Walaupun sosoknya telah menjadi buah bibir dalam berbagai analisa politik yang ada di Sambas, wacana yang terbangun di masyarakat atas maju tidaknya beliau di kanca pesta demokrasi Sambas pada 2020 nanti. Karena banyak yang beranggapan sosok Bakal Calon Bupati & Wakil Bupati Sambas dari kalangan Muda di anggap sebelah mata tidak bisa untuk memimpin Sambas kedepan.

Berdasarkan Revisi terbatas UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 1 April 2008 yang lalu. Perubahan mendasar salah satunya terjadi pada pasal 58, yakni pasal yang menekankan persyaratan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dalam pasal tersebut, ditambahkan syarat usia minimal seorang calon bupati dan walikota adalah 25 tahun dari persyaratan sebelumnya yakni 30 tahun, sedangkan usia calon gubernur adalah tetap 30 tahun. Perubahan persyaratan usia ini bertujuan agar muncul kaderisasi pimpinan bangsa yang berusia muda.

Sebagai contoh adalah Nabi Muhammad SAW, yang telah dijadikan teladan oleh para saudagar arab dalam berdagang tatkala beliau masih berusia 25 tahun. Zhuge Liang, orang paling bijaksana yang tercatat dalam sejarah china yang hidup pada periode tiga kerajaan (220-265 M) telah menjadi ahli strategi perang sebelum berusia 25 tahun. Alexander the Great, telah menjadi Raja Macedonia di usianya yang ke 20, dan berhasil memperluas kerajaannya dari Yunani hingga India. Napoleon Bonaparte, berhasil memimpin penumpasan kerusuhan dengan menembakan meriam ke Kota Paris, saat itu ia berusia 26 tahun. DiIndonesia, kita mengenal Soekarno yang telah mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) ketika beliau masih berusia 26 tahun.

Secara historis, kita akan menemukan deretan panjang nama-nama pemimpin dunia maupun nasional yang memegang posisi strategis justru tatkala mereka masih berusia muda. Bahkan Pakar Psikologi Universitas Indonesia Prof,Dr,Sarlito,M.Psi dalam disertasinya merekomendasikan bahwa usia 25 tahun sudah dianggap matang untuk menjadi pejabat publik.

Namun ada beberapa kalangan menilai
Sosok H Satono dikenal sebagai orang yang terbilang muda tapi juga memiliki kepribadian sosial yang sangat tinggi terhadap masyarakat kalangan bawah dan memiliki peranan penting bagi proses pembangunan seperti Kampus Akademi Da’wah Indonesia kabupaten Sambas yang di gagas H Satono melalui lembaga yang di pimpin nya.

Munculnya sosok Satono – Fahrur Rofi seperti membangunkan spirit baru dan menaikan ekspetasi politik di KabupatenSambas. Belianya usia para pemimpin daerah telah menunjukkan bahwa bangsa ini mulai menghargai generasi mudanya. Usia bukan lagi sebagai batasan dalam menilai kedewasaan seseorang. Bahkan sejarah telah mencatat banyak pemimpin kaliber dunia ini yang telah berhasil menorehkan prestasi justru dalam usia mudanya. Sosok Satono usia 40 Tahun & Fohrur Rofi usia 39 Tahun suatu massa yg sangat produktif untuk menjadi pemimpin dalam mengelola daerah yg cukup luas seperti sambas.

Oleh sebab itu Usia muda memang lebih memiliki peluang lebih besar dalam hal keberhasilan bagi pembangunan daerah. Bersyukurlah bagi daerah yang memberikan kesempatan kepada pemudanya untuk tampil sebagai Calo Bupati apalagi menjabat sebagai kepala daerah, karena siapa tahu lima tahun berikutnya pemuda itu akan menjelma menjadi gubernur atau sepuluh tahun mendatang ia akan menjadi presiden. Dan tentu akan membuat sejarah pemimpin muda untuk mengapdi. (Ran)