Jiwasraya

Sambaskini.com : Jakarta ‐‐ Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya(Persero) Hexana Tri Sasongko berjanji akan membayarkan tunggakan klaim asuransinasabah JS Saving Plan pada 2020 mendatang. Ia optimistis bisa meraup dana segar dari beberapa upaya yang akan dilakukan dalam menyehatkan keuangan perusahaan asuransi BUMN itu.

“Iya (tunggakan klaim saving plan mulai dibayarkan),” tegasnya, Jumat (27/12). 

Hanya saja, Hexana tak menyebut secara spesifik target raihan dana segar dari upaya penyehatan yang akan dilakukan. Hal yang pasti sebagian dana akan digunakan untuk bayar tunggakan klaim dan sisanya untuk operasional. 

“Ada modelnya, uang masuk tidak untuk bayar semua (tunggakan klaim) karena perusahaan harus tetap jalan,” kata Hexana. 

Ia menyatakan salah satu strategi untuk menyelamatkan Jiwasraya adalah pelaksanaan dari mitra strategis untuk mengelola anak usaha, yakni Jiwasraya Putra. Saat ini, ia bilang sudah ada enam investor yang sedang mengikuti uji tuntas atau due diligence

Strategi lainnya, yaitu pembentukan holding asuransi. Nantinya, Jiwasraya akan menerbitkan pinjaman subordinasi yang akan dibeli holding tersebut. 

Selain itu, Jiwasraya juga berencana membuat produk baru, yakni finansial reinsurance. Namun, Hexana tak menjelaskan lebih lanjut kapan produk itu dirilis. 

“Ada satu lagi inisiatif dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Belum bisa bilang,” terang dia. 

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan selain pembentukan holding dan mitra strategis, Jiwasraya akan melepas portofolio saham bervaluasi rendah (undervalue). Penjualan itu ditargetkan mendatangkan dana segar sebesar Rp5,6 triliun. 

“Kapan jual saham belum tahu, masih lihat nilainya, tunggu tinggi dulu. Bergantung pasar. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun,” imbuh Arya. 

Diketahui, Jiwasraya mengumumkan tak bisa membayar klaim jatuh tempo produk JS Saving Plan sejak Oktober 2018 lalu. Nilai tunggakannya mencapai Rp802 miliar. 

Hexana menyatakan perusahaan sedang mengalami persoalan likuiditas. Berdasarkan data keuangan unaudited Jiwasraya, ekuitas perusahaan minus Rp10,24 triliun dan merugi hingga Rp15,83 triliun.(Why)