Sri Mulyani Khawatir Dengan Dampak Ekonomi Virus Korona

0
9
Sri Mulyani

Sambaskini.com, JAKARTA ‐ Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pihaknya lebih fokus memperhatikan dampak ekonomi yang diberikan dari wabah virus Corona dari China ketimbang keputusan keluar Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit).

Sebab, wabah virus lebih mempengaruhi perekonomian dunia dan Indonesia dalam jangka pendek ketimbang Brexit.

“Mungkin sekarang kami lebih concern mengenai Corona karena magnitude dari pengaruhnya masih belum settle karena kami belum tahu penyebarannya, tapi tingkat kematian yang meningkat secara cepat,” ujar Sri Mulyani, Jumat (31/1).

Laporan sementara setidaknya mencatat jumlah korban meninggal akibat virus Corona telah mencapai 213 orang. Sementara jumlah korban terjangkit virus mencapai 9.356 orang.

Jumlah tersebut sudah melampaui wabah SARS yang merebak pada 2002-2003. Saat itu jumlah penduduk di seluruh dunia yang terjangkit virus itu mencapai 8.098 orang dengan total korban meninggal 774 orang.

Sementara terhadap Brexit, bendahara negara menilai keputusan ini tidak akan terlalu mempengaruhi ekonomi dunia dan Tanah Air karena prosesnya sudah diselenggarakan sejak lama. Seluruh negara, termasuk Indonesia, katanya, sudah mengukur dan mengantisipasi kemungkinan dampak yang bisa diberikan.

“Ini sudah price in karena sudah lama prosesnya,” imbuhnya.

Kendati begitu, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa sejatinya bukan berarti tidak ada dampak sama sekali. Ia melihat dampak akan terasa dalam jangka panjang.

Sebab, hal ini akan mempengaruhi hubungan kerja sama perdagangan dan investasi antara Inggris dengan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia di masa yang akan datang. Maklum saja, sebelumnya Inggris sebagai bagian dari Uni Eropa kerap menggunakan perjanjian menyeluruh yang juga diterapkan ke negara-negara di Benua Biru lain. (why)