Angka Perceraian di Sambas Tinggi, Capai 300 Kasus Tiap Bulan

0
314
Ilustrasi

SAMBAS. Sambas_Kini.Com : Pernikahan dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk perjanjian yang paling mendasar dan sakral bagi setiap insan. Pernikahan menjadi lambang atas bersatunya dua insan, juga dua keluarga. Mereka berdua saling mengikat diri sehidup semati mengarungi kehidupan bersama. Pernikahan tak jarang menjadi lambang dan stabilitas masyarakat. Namun, kenyataan kadang tak seindah mimpi. Tak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak pernikahan yang kemudian berakhir dengan perceraian.


Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Nani Wirdayani mengungkapkan kurang lebih sebanyak 300 pengaduan perceraian setiap bulannya terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
“Rata-rata per bulan ada sebanyak 300 pengaduan perceraian di tahun 2019. Itu disampaikan langsung oleh Bupatinya sendiri,” ungkap Nani kepada media belum lama ini
Pengaduan perceraian tersebut didominasi oleh usia muda, yaitu 16 tahun ke atas. “Untuk usia anak itu juga banyak, mulai usia 16 tahun. Ada beberapa yang tidak bisa menerima tentang gaya hidup yang ada pada saat ini. Ketika lingkungan tidak selaras dengan pemikiran dia, dengan berani mereka mengambil satu keputusan yang luar biasa,” bebernya.
Hingga saat ini pihak KPPAD wilayah Kalbar telah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pimpinan daerah mengenai penyelenggaraan perlindungan anak di Kabupaten Sambas.

“KPPAD telah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pimpinan daerah mengenai penyelenggaraan perlindungan anak di Kabupaten Sambas,” jelasnya.

Dengan adanya masalah tersebut, Nani mengatakan, bahwa rencana pemerintah akan memberikan peraturan terkait bimbingan pranikah sebagai syarat pernikahan adalah sesuatu yang cukup baik untuk modal awal pernikahan di usia muda.

“Ketika ada suatu peraturan yang baru, sebaiknya kita sebagai masyarakat mengikuti apa yang udah dirancang oleh pemerintah, karena waktu satu hari untuk dilakukan pelatihan itu tidak akan cukup. Nah mungkin dengan adanya penambahan volume untuk pengambilan waktu sertifikasi diharapkan penyampaian-penyampaian dari mentor-mentor itu masuk ke mereka dan mereka siap mengawali pernikahan secara matang, karena batas menikah sekarang itu kan minimal 19 tahun,” tuturnya. (Ran)

Sumber : Seputar Kalbar