Suasana Kabut Asap di Kecamatan Jawai
Kabupaten Sambas

SAMBAS. Sambas_Kini.Com : Kabupaten Sambas diselimuti kabut asap pekat akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Hal ini Mendapat tanggapan dari Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas yang merupakan Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Kabupaten Sambas H. Satono mengaku sedih atas peristiwa kabut asap di wilayahnya. Dia meminta semua pihak ikut andil dalam penuntasan karhutla, termasuk Pemerintah Pusat.

“Ini bukan saja masalah provinsi atau kabupaten dan kota. Ini masalah nasional dan harus ada bantuan dari pemerintah pusat karena ada titik kebakaran yang tidak dapat dijangkau manusia, sulit dijangkau alat pemadam,” katanya


Lebih lanjut H. Satono menjelaskan kualitas udara di Kabupaten Sambas masuk dalam kategori berbahaya lantaran kabut asap akibat karhutla.

Saking berbahayanya kualitas udara di Sambas pemerintah daerah terpaksa meliburkan sekolah selama beberapa hari ke depan demi mencegah para pelajar terkena ISPA.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, H. Satono meminta agar siswa dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk selalu menggunakan masker.

“Saat ini Kabupaten Sambas dalam kondisi kabut asap, diingatkan untuk selalu memakai masker, karena kondisi udara statusnya sangat tidak sehat,” ujarnya,
H. Satono mengatakan yang terjadi saat ini bukan sekedar kabut asap, namun kabut asap tersebut telah bercampur dengan partikel debu akibat kebakaran hutan dan lahan. Jika partikel debu tersebut terhirup maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak. Bebernya. (Ran)