Lery Kurniawan Figo ketua komisi 1 DPRD kabupaten Sambas

Sambaskini.com, SAMBAS – Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Sambas akan menggelar hearing atau Rapat Dengar Pendapat, dengan Instansi-instansi terkait untuk membahasnya permasalahan Abrasi Pantai Paloh.

“Senin nanti akan ada hearing bersama Instansi terkait dan lembaga serta masyarakat, terkait potensi bencana karena abrasi di pesisir pantai kita khususnya paloh, Jawai, Tangaran dan Pemangkat,” ujar Lerry Kurniawan Figo, Kamis (29/2/2020).

“Ini sudah lama kita bicarakan dan bahas, bahkan sudah kita masukan dalam perencanaan untuk di tanggulangi,” sambung Lerry Kurniawan Figo.

• Warga Paloh Keluhkan Penanganan Abrasi di Sepanjang Pantai Tanah Hitam

Politisi Partai Nasdem itu mengungkapkan jika Rapat Dengar Pendapat itu juga merupakan tindak lanjut dari Perda tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana Sambas tahun 2020-2024.

“Dalam perda tersebut daerah pesisir di yang dimaksud masuk dalam lokasi rawan dan perlu ada aksi penanggulangan yang kompherensif utk mengatasi hal tersebut,” kata Lerry Kurniawan Figo.

Ia menjelaskan, Abrasi yang terjadi di Kecamatan Paloh itu sudah mengancam infrastuktur dan perumahan penduduk di beberapa Desa di Kecamatan tersebut.

Salah satunya adalah Desa Matang Putus Kecamatan Paloh, yang mana kata Figo ini sudah disampaikan kepada BPBD Provinsi dan BNPB pusat.

“Namun jawabannya selalu mengatakan harus ada status dari kepala daerah terkait bencana tersebut, baru bisa di ditindaklanjuti penanganannya, sedangkan dalam Perda peningkatan status tanggap darurat kepala daerah harus ada syarat administrasi yang berupa laporan tertulis dan kajian potensi lagi,” ungkapnya.

“Oleh karena itu dalam waktu dekat kami komisi 1 akan mengundang stakeholder yang ada. Baik dari unsur masayarakat, kelompok peduli lingkungan pemdes dan dinas terkait di Kabupaten Sambas untuk rapat hearing membahas permasalahan ini,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap nantinya bisa merumuskan solusi untuk menjawab permasalahan tersebut.

“Semoga nanti bisa merumuskan masalah yang ada dan mencari solusi yang tepat dalam penanganan bencana abrasi dengan efektif, apalagi kondisinya darurat karena sudah merambah ke pemukiman penduduk,” tutupnya.(why)