Gunung Senujuh Kabupaten Sambas

Sambaskini.com, SAMBAS — Gunung Senujuh bersiap kembali didatangi pendaki setelah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kalimantan Barat.

Gunung Senujuh yang berada di Kabupaten Sambas secara administratif membentang di tiga wilayah desa, yakni; Desa Senujuh, Desa Perigi Limus, dan Desa Semanga.

Gunung ini juga dilintasi tiga aliran sungai, yaitu; Sungai Sambas, Sungai Senujuh, dan Sungai Perigi Piai.

Sebelum pandemi virus corona, Gunung Senujuh selalu ramai didatangi pendaki yang juga sering berkemah di puncaknya.

Ada dua alternatif menuju kaki Gunung Senujuh, yang pertama melalui jalur darat. Namun banyak yang mengatakan medannya cukup sulit.

Yang kedua melalui jalur air, yakni melalui aliran Sungai Sambas. Dari Desa Perigin Limus contohnya, hanya butuh menyeberang dengan perahu kecil berdurasi 30 menit saja.

Selanjutnya, dari kaki gunung dan mencapai puncak dengan jalan kaki bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 -2,5 jam, tergantung kemampuan para pendaki.

Medan pendakian cukup terjal dan melalui bongkahan batu atau kayu yang besar.

Ketika sudah berada di puncak, rasa lelah akan berganti dengan rasa gembira karena bisa menatap pemandangan asri serba hijau di sekitar gunung.

Ada cerita rakyat mengenai nama Gunung Senujuh. Senujuh berupa singkatan satu gunung tujuh, karena gunung ini dipercaya menampakkan tujuh rupa dan bentuk berbeda jika dilihat dari berbagai sisi.

Sayangnya, kelestarian flora dan fauna di Gunung Senujuh juga membuat para pembalak liar berdatangan untuk mencuri kayu dan batu alamnya.

Pencurian kayu dan batu sudah dilarang pemerintah, namun masih ada saja oknum yang melakukannya.

Hambali, salah satu warga di Desa Perigi Limus, mengatakan kalau saat ini belum ada pemandu wisata atau penjualan paket wisata ke Gunung Senujuh, walau pendaki tetap ramai berdatangan secara mandiri.

“Paket wisata untuk ke sana belum ada. Saat ini pemerintah desa kami tengah membuat jalan setapak untuk menuju kaki gunung dari sungai,” katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (8/6).

Selain mendaki dan berkemah, ia mengatakan kegiatan memancing udang di sungai sekitar gunung juga tak kalah menarik.

“Memancing udang sudah banyak dilakukan. Selanjutnya mungkin perlu dibuat paket wisata untuk pengamatan fauna,” katanya.

Hambali berharap Gunung Senujuh bisa kembali ramai pendaki pascapandemi, karena menurutnya wisata alam merupakan obat manjur pelepas stres setelah berminggu-minggu terkurung di dalam rumah selama PSBB diberlakukan.(why)

Sumber: CNN