Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas

Sambaskini.com, SAMBAS — Setelah hampir tiga bulan ditutup akibat pandemi covid 19, Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas kembali dibuka untuk kegiatan ibadah. Pada Minggu (7/6) umat Katolik pun melaksanakan ibadah Misa.

Wakil Ketua Dewan Paroki Sambas yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana mengatakan hampir tiga bulan, gereja tak melaksanakan kegiatan ibadat bersama. Kemudian pada Minggu (7/6) adalah pelaksanaan Misa perdana.

Pembukaan gereja untuk melaksanakan ibadat. Setelah adanya persetujuan dari Keuskupan Agung Pontianak.

“Setelah mendapat persetujuan Bapak Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Pr, kegiatan ibadat di gereja mulai dilaksanakan. Saya mewakili umat Katolik Sambas mengucapkan terimakasih kepada Bapak Uskup yang telah memberi izin dibukanya gereja,” kata Yakob, Minggu (7/6).

Pelaksanaan ibadat, pengurus gereja tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu cek suhu dengan thermo gun, penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah misa, termasuk pembatasan jumlah jemaat.

“Seperti pada pelaksanaan Misa pada Minggu (7/6) yang dipimpin oleh Pastor Paroki Sambas yaitu Pastor Firminus Andjioe OFM Cap. Kami menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi umat yang ingin ibadat di gereja, diantaranya wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dengan sabun yang sudah diisiapkan pihak gereja dan menjaga jarak. Termasuk pembatasan jumlah, di mana kapasitas gereja yang berkisar 700 orang hanya diperbolehkan sekitar 120 orang. Padahal anjuran pemerintah 50 persen dari kapasitas,” katanya.

Tempat duduk pun juga diatur sedemikian rupa.

“Tempat duduk umat diatur sedemikian rupa sehingga jarak antar jemaat disekelilingnya kurang lebih diatas satu meter,” katanya.

Di Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas, disebutkan Yakob, Misa pada Minggu (7/6) digelar tiga kali, seperti biasa yakni pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB dan 17.00 WIB.

Sementara anak-anak dan lansia belum diperkenankan melaksanakan ibadat bersama di gereja.

“Semua protokol kesehatan ini akan kami terus laksanakan sampai menunggu perkembangan pandemi dan arahan resmi dari pemerintah,” katanya.(why)

Sumber: Pontianak post