Ilustrasi

Sambaskini.com, PONTIANAK – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Suprianus Herman mengatakan, pengumuman kelulusan tingkat SMA/MA/SMK akan dilakukan secara online. Hal ini dilakukan untuk mencegah murid berkumpul di sekolah dan mengurangi potensi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dia menjelaskan, pengumuman kelulusan yang semula akan diumumkan pada 6 Mei 2020, dimajukan menjadi 2 Mei 2020. Saat ini proses penilaian bagi siswa/i kelas XII sudah dilakukan oleh guru-guru di masing-masing sekolah dan memasuki tahap akhir penilaian.

“Pengumuman kelulusan untuk kelas dua belas dilakukan pada tanggal 2 Mei 2020. Kemudian pengumuman menggunakan online bersifat rahasia. Proses penilaian mereka sudah masuk tahap akhir semua,” jelas Suprianus kepada Suara Pemred, Senin (27/4).

Menurut Suprianus,  di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, proses pengumuman kelulusan siswa tidak mungkin dilakukan seperti tahun sebelumnya. Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, sekolah dilarang mengumpulkan murid atau membuat kerumunan massa dalam satu lokasi.

“Untuk itu pengumuman kelulusan harus dilakukan secara online,” katanya.

Pihaknya sendiri sudah menyampaikan secara tertulis kepada dinas terkait di kabupaten/kota, kepala sekolah sampai dengan pihak kepolisian mengenai hal ini. Kemudian untuk metode pengumuman diserahkan kepada masing-masing sekolah, apakah menggunakan website, aplikasi atau lainnya.

“Sekarang sudah matang, pengumuman dari pihak sekolah rata-rata sore. Menggunakan online itu ada yang menggunakan website atau aplikasi yang dibuat sekolah itu sendiri,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah mengeluarkan edaran terkait penetapan jadwal pengumuman kelulusan peserta didik pada SMA/SMK/SLB negeri dan swasta. Edaran itu dikeluarkan tanggal 21 April 2020 yang ditujukan Kepala SMA/SMK dan SLB se-Kalimantan Barat.

Ada empat point disebutkan dalam edaran itu. Pertama pengumuman kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan SMA/SMK/SLB negeri dan swasta dilakukan, pada Sabtu 2 Mei 2020.

Kedua pengumuman kelulusan tidak diperkenankan dilaksanakan di area sekolah dengan menempelkan pengumuman di papan pengumuman sekolah.

Ketiga pengumuman dilaksanakan secara daring dan bersifat rahasia (bukan kolektif) melalui aplikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, splikasi yang dibuat sekolah, WA, Email, SMS dan lain-lain.

Ke empat kepada seluruh kepala sekolah agar melarang siswanya yang ingin merayakan kelulusan dengan kegiatan yang bersifat keramaian atau mengumpulkan siswa, seperti konvoi di jalan, coret mencoret pakaian, perpisahan dan lain-lain.

Sebagaimana diketahui, Ujian Nasional (UN) tahun 2020 tidak dilaksanakan. Sehingga untuk menentukan kelulusan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Kemudian sekolah juga dapat menggunakan nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Walaupun UN dihapus, namun SMA/MA sempat melaksanakan Ujian Sekolah dan Ujian Praktik. Bahkan SMK juga sempat menyelenggarakan Ujian Nasional.

“Ujian Sekolah sudah diadakan masing-masing sekolah. Sebelum Ujian Nasional itu kan ada Ujian Sekolah, itu sudah dilaksanakan semua sebelum libur Covid-19. SMK itu sudah ujian praktik pada saat belum libur dan SMK juga udah ujian nasional kemarin. Kalau SMA mereka belum mulai, tapi pada saat dirumahkan, mereka SMA itu langsung ujian sekolah sekolah. Jadi udah jalan semua,” kata dia.

“Nilai Ujian Sekolah dan Ujian Praktik juga Untuk nambah nilai rata-rata semester 1 dan 5 kemudian di kombinasikan dengan semester 6. Jadi kombinasi semua nilai dari semester 1 sampai akhir, disitulah dapat nilai raport dan nilai kelulusan,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring online. Disdikbud Kalbar juga bekerjasama dengan PT Telkomsel membuat aplikasi Si Cerdas. Saat seperti ini semua pihak harus kreatif dan inovatif, tidak bisa hanya dengan menunggu.

“Sekolah kita bebaskan mereka, ada beberapa sekolah yang buat aplikasi tersendiri. Kalau bagi mereka mempermudah, kami persilahkan dengan berbagai cara. Bisa juga pakai grup WhatsApp atau metode yang sederhana sekali. Karena memang kondisi seperti ini kita harus inovatif, karena kita harus jalan terus,” tutupnya. (why)

Sumber: Suara Pemred