foto bersama pengurus IMTEK dan Panitia Dialog Interaktif dan KBA IMTEK serta narasumber dan Camat Teluk Keramat di Aula SMKN 1 Teluk Keramat

sambaskini.com, SAMBAS — Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat berharap setelah di laksanakannya kegiatan Dialog Interaktif yang bertemakan “Gerakan Bersama Melawan Aksi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan” pada tanggal 24 Februari 2021 berlokasi di Aula SMKN 1 Teluk Keramat. Setiap Desa diharapkan untuk menyelenggarakan sosialisasi akan bahasa kekerasan seksual terhadap anak.

Dialog Interaktif yang kami laksanakan merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap kasus-kasus Kekerasan, maupun aksi pencabulan yang sangat marak di kab. Sambas khususnya di kecamatan teluk keramat, sudah 3 kasus serupa terjadi. Ujar Rona Kabid Litbang PW IMTEK.

Rona juga menambahkan hasil dari dialog interaktif bukan hanya sekedar kita berdiskusi maupun mendengarkan materi saja kemudian selesai. Setelah di laksanakan nya kegiatan tersebut kami berharap setiap desa menggencarkan sosialisasi anti kekerasan seksual terhadap anak. Kami dari IMTEK juga siap menjadi motor penggerak setiap desa di kecamatan teluk keramat yang akan menggelar sosialisasi bisa berkomunikasi dengan IMTEK. Ucap Rona.

Bukan saatnya untuk main-main dengan kasus pencabulan seperti yang telah terjadi beruntun di kab. Sambas, ini merupakan penyakit yang harus di obati. Kebijakan dan tindakan cepat harus kita gerakkan bersama demi mengurangi bahkan menghilangkan predator anak di kab. Sambas. Tegas Rona

Sementara Itu Ketua umum PW IMTEK Sahida menegaskan kegiatan dialog interaktif yang telah kami laksanakan dengan menghadirkan Wakil ketua KPPAD Kalimantan Barat, Kadis DP3AP2KB, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, KAURBINOPS SATRESKRIM Polres Sambas, Camat Teluk Keramat, Kapolsek Teluk Keramat, kepala desa dan kepala sekolah se kecamatan teluk keramat, serta Keluarga Besar Alumni Imtek. Semoga dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki power untuk membuat gerakan menumpas aksi kekerasan terhadap anak, angka kekerasan terhadap anak ataupun kasus kekerasan terhadap anak dapat di minimalisir. Ucap Sahida

Kami juga akan mengawal perda perlindungan anak dan perempuan yang saat ini sedang di rancang oleh jajaran DPRD kab. Sambas, sejauh ini informasi yang kami dapat DPRD sedang membuat Naskah Akademik untuk perda perlindungan anak dan perempuan di kab. Sambas. Semoga Perda tersebut segera terealisasi supaya hal yang kita harapkan yaitu pembentukan KPPAD di kab. Sambas segera terwujud. Tutup Sahida (Why)