Ilustrasi buah cabai

Sambaskini.com, PONTIANAK — Jelang Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar terus berupaya melakukan stabilisasi harga komoditas bahan pangan di pasaran.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Muhammad Munsif mengatakan, bahwa harga bahan pokok akan mengalami kecenderungan naik karena adanya permintaan yang meningkat.

Adanya peningkatan Permintaan itu kemudian tak diimbangi dengan pasokan yang memadai sehingga terjadi gejolak harga akan terjadi di pasaran.

“Kondisi itu harus diintervensi dengan menambah pasokan yang memadai,” ujarnya saat ikut memantau bongkar muat cabai rawit yang didatangkan oleh Perusda Kalbar dan Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan dari Jatim di depan pasar flamboyan, Minggu (17/5/2020)

Ia menerangkan dari 11 bahan pokok yang di monitor di pasaran beberapa komoditas seperti, beras, jagung, daging sapi, daging ayam, telor, minyak goreng, dan gula, cendrung stabil.

Hanya saja untuk cabai, bawang, masih bergejolak.

“Jadi masih punya persoalan di cabai, dan bawang merah.

Harga rata-rata mendekati Rp50 ribu. Kami targetkan dalam kondisi sekarang harga pada range Rp20-Rp30 ribu,” ujarnya.

Dalam upaya stabilisasi, Munsif mengatakan bahwa pihaknya sudah dua kali melakukan pengiriman cabai rawit ke Pontianak.

Hingga saat ini sudah ada total 10 ton yang masuk ke Pontianak.(why)

Sumber: Tribun Pontianak