Karang Taruna Sambas Minta Gubernur Karantina Warga Pontianak dari Korea

0
35
Jepriadi ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas

Sambaskini.com, PONTIANAK – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas, Jepriadi mendesak Gubernur Kalbar mengarantina 20 warga Pontianak yang usai berkunjung ke Korea.

“Saya sangat mendukung jika apa yang disampaikan pak Gubernur itu benar benar bisa dilakukan, dimana menurutnya akan mengisolasi atau bila perlu 20 warga Kalbar itu di karantina jika akan pulang ke Pontianak,” Jepriadi, Selasa (03/02/2020).

Direktur Semayong Institute pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Dinas kesehatan provinsi Kalimantan Barat yang telah memeriksa 15 orang asal Kalbar yang telah pulang dari Korea dengan mengambil sample darahnya dan juga menyatakan bahwa mereka dalam masa pengawasan pihak dinas.

Namun untuk keamanan warga Kalimantan Barat, tanpa terkecuali, lanjutnya, siapapun warga Kalbar yang yang pulang dari luar negeri, mesti segera dikarantina.

“Kami mendesak agar Gubernur tegas kepada mereka agar di karantina terlebih dahulu sebelum benar-benar dinyatakan sehat dan bebas dari indikasi terjangkit Virus Corona baru bisa pulang ke Kalbar,” harapnya.

“Coba bayangkan misalnya satu diantara mereka yang pergi traveling atau urusan bisnis atau lainnya, ke Korea, terjangkit virus Corona, lalu dari 1 orang itu tanpa disengaja tertular kepada 19 temannya, lalu mereka dengan bebas pulang ke Kalbar tanpa di periksa, maka itu akan berdampak fatal dan sangat sangat membahayakan kesehatan warga Kalimantan Barat,” tambahnya.

Terlebih, penularan virus corona disebut bisa melalui sentuhan tangan, organ tubuh lainnya seperti mata, hidung, hingga mulut.

“Mungkin akan tertular kepada lingkungan keluarga terdekat nya terlebih dahulu, lalu dari keluarga, anak-anak mereka bisa menularkan ke teman temannya, dan seterusnya. Nauzubillah,” imbuhnya.

Maka dari itu, ia kembali mendorong agar ada upaya terbaik dari seluruh elemen dan pemangku kepentingan untuk melindungi seluruh warga agar terjamin dari Virus Corona.(why)

Sumber: Tribun