Sambaskini.com, SAMBAS — Masih banyaknya kasus pencabulan di Kabupaten Sambas mendapatkan prihatin dari kalangan Mahasiswa.

Pengurus Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) Muhammad Rifa’ie mempertanyakan sampai dimanakah usaha pemerintah daerah untuk menyikapi hal ini.

Pasalnya kalau tidak ditangani dengan serius maka kasus pencabulan ini akan terjadi lagi dan akan terus meningkat.

“Selaku mahasiswa yang sering disebut sebagai agen of change agen of control tentunya kami tidak diam begitu saja menyikapi polemik yang ada, seperti kasus pencabulan yang terjadi baru-baru ini terjadi tentunya menjadi perhatian baik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum,” tuturnya. Jum’at (24/7/2020).

“Kalau dilihat kondisi sekarang kasus pencabulan di Kabupaten Sambas kian meningkat, dan yang kita sesalkan rata-rata selalu anak-anak dibawah umur yang menjadi korbannya,” Tambahnya.

Rifa’ie mengatakan dalam beberapa sumber media disebutkan bahwa sampai pertengahan tahun 2020 ini sudah tercatat 28 kasus pencabulan di Kabupaten Sambas dan kasus kekerasan terhadap anak yang tertinggi juga di Kabupaten Sambas.

“Untuk itu, kami meminta agar Pemkab Sambas segera memberikan suatu solusi konkrit yang bisa menekan angka kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak,” Pungkasnya. (Why)

Sumber: Kabar Sambas