Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sambas Martono//source google

Sambaskini.com, SAMBAS — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas, membagi kampanye menjadi empat zona, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sambas, tahun ini.

Disampaikan oleh Komisioner KPU SambasMartono, hal itu sesuai bdenhan hasil kesepakatan bersama pada Rapat Koordinasi (Rakor) KPU dengan Tim masing-masing paslon.

“Hasil Rakor kampanye kemarin, keempat tim kampanye paslon bersepakat untuk membuat zona kampanye guna mempermudah penyusunan jadwal kampanye masing-masing Paslon,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

“Walaupun berdasarkan aturan, tidak diatur terkait zonasi tersebut, jadi zonasi tersebut bukan produk hukum KPU Kabupaten Sambas,” tuturnya.

Dijelaskan oleh Martono, untuk teknis kampanye yang akan dilaksanakan dengan cara pertemuan terbatas, tidak ada pertemuan akbar yang akan dilaksanakan oleh Paslon.

Apalagi sampai melaksanakan konser dan lainnya yang berpotensi menjadi penyebab kluster baru covid-19.

“Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye melaksanakan pertemuan terbatas di dalam ruangan, gedung tertutup dan/atau pertemuan virtual melalui media daring. Ini sesuai dengan Pasal 37 PKPU 11 Tahun 2020,” ungkapnya.

Kata dia, sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020, pasangan calon juga tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

“Lebih utama yakni mengedepankan protokol kesehatan, kampanye yang dilakukan Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, atau pihak lain tidak diperkenankan bahkan dilarang untuk melaksanakan rapat umum,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kata dia, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai atau sepeda santai, perlombaan.

Hingga kegiatan sosial berupa bazar dan atau donor darah, serta peringatan hari ulang tahun Partai Politik yang mengumpulkan massa, juga tidak di perkenankan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aturan itu juga mengatur sampai kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati beserta tim, yang hendak melaksanakan kampanye atau pertemuan secara tertutup, mereka tetap diharuskan membatasi jumlah peserta yang hadir.

“Pasal 58 PKPU 10 Tahun 2020 Pertemuan dilaksanakan dalam ruangan atau gedung tertutup, lalu membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 orang, dan memperhitungkan jaga jarak minimal 1 meter antar peserta kampanye,” tegasnya.

“Demikian juga peserta kampanye melalui Media Daring, pengaturan ruangan dan tempat duduk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 dan wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Covid-19 Pemilihan Serentak Lanjutan setempat,” katanya.

Sumber: Tribun

Sambaskini.com, SAMBAS — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas, membagi kampanye menjadi empat zona, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sambas, tahun ini.

Disampaikan oleh Komisioner KPU Sambas, Martono, hal itu sesuai bdenhan hasil kesepakatan bersama pada Rapat Koordinasi (Rakor) KPU dengan Tim masing-masing paslon.

“Hasil Rakor kampanye kemarin, keempat tim kampanye paslon bersepakat untuk membuat zona kampanye guna mempermudah penyusunan jadwal kampanye masing-masing Paslon,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

“Walaupun berdasarkan aturan, tidak diatur terkait zonasi tersebut, jadi zonasi tersebut bukan produk hukum KPU Kabupaten Sambas,” tuturnya.

Dijelaskan oleh Martono, untuk teknis kampanye yang akan dilaksanakan dengan cara pertemuan terbatas, tidak ada pertemuan akbar yang akan dilaksanakan oleh Paslon.

Apalagi sampai melaksanakan konser dan lainnya yang berpotensi menjadi penyebab kluster baru covid-19.

“Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye melaksanakan pertemuan terbatas di dalam ruangan, gedung tertutup dan/atau pertemuan virtual melalui media daring. Ini sesuai dengan Pasal 37 PKPU 11 Tahun 2020,” ungkapnya.

Kata dia, sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020, pasangan calon juga tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

“Lebih utama yakni mengedepankan protokol kesehatan, kampanye yang dilakukan Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, atau pihak lain tidak diperkenankan bahkan dilarang untuk melaksanakan rapat umum,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kata dia, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai atau sepeda santai, perlombaan.

Hingga kegiatan sosial berupa bazar dan atau donor darah, serta peringatan hari ulang tahun Partai Politik yang mengumpulkan massa, juga tidak di perkenankan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aturan itu juga mengatur sampai kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati beserta tim, yang hendak melaksanakan kampanye atau pertemuan secara tertutup, mereka tetap diharuskan membatasi jumlah peserta yang hadir.

“Pasal 58 PKPU 10 Tahun 2020 Pertemuan dilaksanakan dalam ruangan atau gedung tertutup, lalu membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 orang, dan memperhitungkan jaga jarak minimal 1 meter antar peserta kampanye,” tegasnya.

“Demikian juga peserta kampanye melalui Media Daring, pengaturan ruangan dan tempat duduk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 dan wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Covid-19 Pemilihan Serentak Lanjutan setempat,” katanya.

Sumber: Tribun