SambasKini.Com. PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Provinsi Kalbar), A.L Leysandri, S.H., mewakili Gubernur Kalbar pada Kegiatan Festival Kabupaten Lestari (FKL) di Kabupaten Sintang, dibuka secara Virtual di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar. Senin (2/11/2020) malam.

Sekda Provinsi Kalbar A.L Leysandri, S.H. mengatakan, pembangunan berkelanjutan dengan mengusung konsep pertumbuhan hijau atau Green Growth hanya akan bermakna apabila pemanfaatan sumber daya berkontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat setempat dan lingkungan. Karena program pertumbuhan ekonomi hijau harus dijabarkan dan dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan yang langsung menyentuh ke masyarakat secara menyeluruh dan adil, karena pembangunan hijau hanya akan berarti jika mampu meningkatkan kemandirian Daerah khususnya Desa.

Festifal Kabupaten Lestari Tahun 2020 dilakukan dalam rangka kegiatan Tahunan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang merupakan asosiasi atau kumpulan Pemerintah Kabupaten yang bermitra dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dibentuk untuk mendorong implementasi visi pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan kolaborasi multipihak yang dilaksanakan di Kabupaten Sintang.

“Saya berharap melalui forum ini akan semakin menguatkan komitmen kita untuk terus melakukan aksi nyata dan terobosan sehingga upaya-upaya dalam pembangunan berkelanjutan melalui bentuk program pembangunan ekonomi hijau yang rendah emisi dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Sekda Kalbar.

Dirinya juga mengatakan, mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerjasama semua pihak dengan memaksimalkan upaya-upaya melalui berbagai program sehingga dapat menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan melalui semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan, baik di kabupaten tersebut maupun antar kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari.

“Harapan saya Kabupaten Sintang
yang sudah menggambarkan kondisi bagaimana mengelola
hutan, lingkungan dan potensi
yang ada, diharapkan bisa
dilaksanakan.” pintanya. (Ran)