sambaskini.com, SAMBAS – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Semantir merupakan salah satu sekolah swasta yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Sekolah ini terletak di Desa Mekar Sekuntum Kecamatan Teluk Keramat. Sekolah yang sudah berdiri pada tahun 1965 merupakan sekolah tingkat dasar tertua di Kabupaten Sambas.

Mawazi, M.Pd (36) selaku Kepala MI Muhammadiyah Semantir mengatakan bahwa sekolahnya sempat mengalami pasang surut kegiatan belajar mengajar pada tahun 2000-an.

“MI Muhammadiyah Semantir pernah mengalami ditutupnya sekolah karena alasan tertentu, penyebab utama terdapat pada kondisi ruangan yang hampir rubuh, dan juga jumlah siswa sangat sedikit.” Ujarnya saat ditemui di kediaman beliau.

“Terdapat 3 ruangan yang masih dalam keadaan memprihatinkan karena bangunan yang terbuat dari kayu, mulai dari papan lantai yang sudah patah, dinding yang sudah keropos, hingga atap yang bocor-bocor.” Lanjutnya.

Keadaan ruangan saat kegiatan belajar mengajar sangat jauh dari kata nyaman. Mawazi juga mengatakan bahwa ketika proses belajar mengajar ketika cuaca panas , ruangan menjadi  begitu sangat panas karena tidak adanya plafon yang membatasi atap dan ruangan. Sedangkan saat turun hujan atap yang bocor menyebabkan air dengan mudah merembes ke bawah, ditambah lagi jika hujan deras banjir menyebabkan lantai kotor.

Meskipun dalam keadaan yang terbatas, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Semantir mencetak siswa yang berkualitas, mulai dari pendalaman ilmu agama, hafalan Qur’ an, dan juga pada ilmu umum lainnya. Ditambah lagi dengan tenaga pengajar yang semangat dalam mendidik karakter seorang anak, sehingga sekolah ini mampu bertahan sampai sekarang dan memiliki jumlah siswa 120 orang dari 6 kelas.

“Kami selaku tenaga pengajar berharap, meskipun MI Muhammadiyah Semantir merupakan sekolah swasta yang berada di bawah Yayasan Muhammadiyah, juga pantas untuk mendapatkan perhatian baik dari pemerintah daerah maupun dinas-dinas terkait tentang pembangunan, media pembelajaran, hingga sanitasi.”

Beliau juga mengungkapkan, bantuan yang diberikan dari orang-orang penting yang pernah datang ke sekolahnya belum maksimal untuk menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan di lingkungan sekolah.