Sambaskini.com, SAMBAS — Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Drs H Asmani melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Wiwin Supriadi, mengatakan hasil pemutakhiran dan verifikasi tingkat Kabupaten, ditargetkan untuk status Desa Mandiri di Kabupaten Sambas sebanyak 18 Desa Mandiri.

Dan di 2020 terjadi peningkatan menjadi 38 Desa dari tahun sebelumnya 8 Desa.

Adapun Desa Maju di 2019 sebanyak 29 Desa, dan di 2020 bertambah menjadi 73 Desa.

“Desa Berkembang di tahun 2019 sebanyak 108 Desa tahun 2020 berkurang menjadi 81 Desa, karena sebagian besar Desa tersebut naik status menjadi Desa Maju dan ada juga yang Mandiri,” kata dia, Selasa (2/6/2020).

Sedangkan untuk Desa tertinggal di Sambas hanya tersisa 1 Desa yang sangat tertinggal.

“Desa tertinggal tahun 2019 ada 45 Desa.

Sedangkan ditahun 2020 hanya menyisakan 1 desa saja.

Sedangkan Desa sangat tertinggal, tahun 2019 masih terdapat 3 desa, tahun 2020 sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Hasil Pemutakhiran diatas dijelaskan oleh Wiwin, merupakan bukti kerja keras para pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

Di ungkapkan dia, selanjutnya, Berita Acara (BA) Penetapan Status Desa di Kabupaten Sambas akan diteruskan untuk diverifikasi tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Keputusan Akhir Status Desa-Desa di Kabupaten Sambas akan ditetapkan berdasarkan Keputusan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia,” terang Wiwin.

Lebih lanjut Kabid PMD Dinsos PMD Kabupaten Sambas menjelaskan, status yang ada di IDM tersebut kemudian dijadikan basis data perencanaan baik ditingkat Desa, Kabupaten, Provinsi dan bahkan Pusat.

“Melalui intervensi program atau kegiatan pada skala sangat prioritas dan skala prioritas,” tutupnya. (why)