Ilustrasi

Sambaskini.com, SAMBAS – Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Sambas meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kabupaten Sambas, dr Fattah Mariyunani, Sabtu (28/3).

“Pasien tersebut memang PDP dengan  gejala batuk pilek demam dan sesak nafas, perempuan berumur 51 tahun, meninggal tadi sore,” ungkap Fattah.

Pasien dijelaskan Kepala Dinas, memiliki riwayat perjalanan keluar negeri.

“Ada riwayat perjalanan ke luar negeri, tapi nanti detailnya ya, waktu masuk RS kondisi sudah parah, dan beberapa kali drops,” paparnya.

Namun ditegaskan dr Fattah, pasien sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dengan rapid test.

“Dari hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan terhadap pasien, hasilnya negatif,” bebernya.

Kendati demikian, penanganan jenazah dikatakan dr Fattah, dilakukan dengan protap Covid-19.

“Walau begitu penanganan jenazah tetap mengikuti prosedur ptotap Corona dengan pertimbangan kehati hatian, mengingat rapid test tidak 100 persen valid,” paparnya.

Jenazah diantarkan ke keluarganya dengan pengawalan ketat Gugus Tugas Covid-19 Sambas, TNI, Polri dan Satpol PP.

“Nanti akan disampaikan penjelasan ke keluarga maupun tetangga biar tidak takut atau khawatir. Tapi tetap hati-hati,” jelasnya.

Angka PDP Kabupaten Sambas sejauh ini mengalami penurunan meskipun ODP terus beranjak naik.

“Sampai sore ini ODP 662 orang PDP tinggal 3 dirawat di RSUD Sambas, data hari ini biasanya terkumpul tengah malam atau besok pagi,” pungkas Kepala Dinas. (Why)

Sumber: Suara Pemred