Ilustrasi

Sambaskini.com, SAMBAS — Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fattah Mariyunani mengungkapkan, satu anggota Kepolisian Resor Sambas dinyatakan positif covid-19.

“Jam 13.00 WIB tadi kami mendapatkan kabar anggota Polres yang minggu lalu dilakukan rapid test reaktif ternyata positif. Ini hasil swab dari Jakarta,” ungkapnya, Jumat (12/6).

Anggota Polres Sambas tersebut saat ini dirawat di RSUD Sambas.

“Dan pihak keluarganya ditangani oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Singkawang karena berdomisli di Singkawang,” ujar Fattah.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan tracking(pelacakan) terhadap riwayat kontak pasien agar tindakan preventif bisa dilakukan.

“Tracking¬†dilakukan dan akan segera kita lakukan rapid test kembali untuk anggota Polres yang kira-kira memiliki kontak dengan pasien,” jelasnya.

Pada Jumat (12/6), Satgas Covid-19 juga melakukan rapid test di beberapa masjid usai Salat Jumat. Satu di antaranya Masjid Agung Babul Jannah Sambas.

“Di Masjid Babul Jannah Alhamdulillah dari 71 orang yang dilakukan rapid test semua non reaktif. Semoga masjid lainnya juga demikian karena kita masih menunggu hasil tim di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata dr Fattah, pada Kamis (11/6) sebanyak 520 pedagang di tiga pasar mengikuti rapid test massal. Hasilnya, semua pedagang non reaktif.

Rinciannya 120 orang di Pasar Pagi Sambas, 100 orang di Pasar Terminal Sambas, dan 300 orang di Pasar Tradisional Sambas.

“Rapid test terus kita masifkan. Ini guna memastikan kondisi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat kita. Karena kita ketahui dalam beberapa waktu ini kasus kita meningkat untuk kategori terkonfirmasi atau positif. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili usai memantau rapid test massal bersama Dandim 1208 Sambas dan jajaran Polres Sambas mengatakan, walaupun hasil rapid test non reaktif, semua warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

” Tetap patuh dan taat anjuran pemerintah melaksanakan protokol kesehatan. Tren sementara terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi. Tentunya ini menjadi¬†warning(peringatan) kita bersama, bagaimana ke depan kita bersama berkomitmen memutus mata rantai penyebarannya,” ujar Atbah.

Atbah juga menjelaskan bahwa rapid test adalah bagian dari upaya pemda memberikan rasa aman warga dari penyebaran Covid-19.

Jangan Takut Rapid Test

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana mengatakan rapid test mesti semakin gencar dilakukan.

“Kita berharap agar tracking terhadap virus Covid-19 semakin gencar dilakukan, satu di antaranya dengan cara melakukan rapid test. Hari ini sudah cukup masif dilakukan. Semoga terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Masyarakat, kata Erwin, juga diharap untuk tidak takut mengikuti rapid test karena hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Terkait adanya aparat kepolisian yang terpapar Covid-19, Erwin menyatakan keprihatinannya. Sebab, kepolisian sangat gencar melaksanakan edukasi dan berbagai upaya pencegahan Covid-19.

“Adanya satu pasien positif dari pihak kepolisian menunjukkan kalau mereka bekerja penuh risiko. Ini demi masyarakat kita. Saya memberikan apresiasi tinggi atas upaya maksimal yang dilakukan,” kata Sekjen PKB Sambas ini.(why)

Sumber: Suara Pemred