Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Sambaskini.com, PONTIANAK — Ketua Yayasan Mujahidin Pontianak, Profesor Thamrin Usman memastikan, protokol kesehatan akan didisiplinkan bagi setiap jamaah yang datang ke Masjid Raya Mujahidin untuk mengikuti salat Jumat pertama, hari ini. Sebelumnya, sejak Maret lalu masjid terbesar di Pontianak ini ditutup sementara karena meningkatnya kasus Covid-19.

Petugas pengecekan suhu tubuh akan memeriksa satu per satu jamaah yang datang. Tanpa terkecuali. Semua wajib mematuhi. Jamaah pun harus membawa sajadah masing-masing.

“Jika ditemukan jamaah tidak sehat (demam) kita minta yang bersangkutan lebih baik pulang,” katanya.

Pengurus masjid akan ditugaskan untuk mengawasi dan menjaga ketertiban jamaah. Saf jamaah diberi jarak. Sudah ada penanda yang telah dipasang.

“Kita punya satpam dan remaja Mujahidin untuk menjaga ketertiban dan khidmadnya ibadah,” ujarnya.

Mantan rektor Universitas Tanjungpura Pontianak itu berharap, umat Muslim yang hadir dalam ibadah salat jamaah Jumat di Masjid Raya Mujahidin, memahami dan mentaati aturan protokol kesehatan yang telah diberlakukan untuk mencegah penularan Corona.

“Beribadah utntuk mendapat pahala. Jangan sampai kita menjadi mudarat untuk diri dan orang lain,” pesannya.

Untuk mempermudah umat mencuci tangan sebelum memasuki masjid, wastafel berikut sabun cuci tangan telah disediakan di sekeliling bangunan masjid bagian luar.

“Seratus buah (wastafel yang telah disediakan). Saf sudah ditandai hitam untuk jaga jarak,” tutupnya. (why)

Sumber: Inside Pontianak