Persentase polling yang dilakukan di media online, dikutilp dari Stawpoll Selasa(16/07/19), pukul 15. 55 wib

SAMBAS. Sambas_Kini.Com : Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Sambas masih satu tahun lagi. Namun Aroma sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah calon mulai ancang-ancang menarik simpati masyarakat. Keriuhan juga terjadi di sejumlah media sosial di Sambas khususnya media online Facebook dalam Grup Aspirasi Masyakat Kabupaten Sambas (AMKS)

Secara realtime, media sosial melakukan polling Siapakah yang layak memimpin Kabupaten Sambas periode tahun 2020-2025?

untuk mengetahui tokoh-tokoh yang masuk dalam bursa Bupati sesuai dengan hati masyarakat. Dari sejumlah polling, bisa ditarik kesimpulan, ada lima tokoh masyarakat Sambas yang dinilai masyarakat layak menjadi Bupati Berdasar pada polling yang dilakukan di media online, dikutilp dari Stawpoll


Mereka, yakni H. Satono Ketua Persaudaraan Muslim Indonesi (PARMUSI) Kabupaten Sambas, Uray Tajudin Sekertaris Daerah Kabupaten Sambas, Direktur Rumah Sakit Pemangkat Achmad Hardin , Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Suriansyah, dan Fahrur Rofi Putra Mantan Bupati Sambas dua Periode Burhadunin A Rasyid.


Berdasar pada polling yang dilakukan di media online, dikutilp dari Stawpoll Selasa(16/07/19), pukul 15. 55 wib nama Satono unggul dibanding dengan calon lain. Hal ini cukup menarik mengingat Ketua PARMUSI Kabupaten Sambas ini pendatang baru.
Di media online dikutilp dari Stawpoll https://strawpoll.com/ep2g1s5h

Satono unggul dengan perolehan voting 25, 59%, disusul Uray Tajudin 18, 61%, Achmad Hardin 14, 17%, Suriansyah 11, 64%, dan Fahrur Rofi 8%.

unggulnya Satono di polling media online mengindikasikan dua hal. Pertama, yakni ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja petahana sehingga menginginkan sosok baru yang dapat menggantikan petahana.
Kemungkinan kedua, lanjutnya, tingginya survei pada Satono menjadi indikator atau parameter kepercayaan masyarakat terhadap sosok pendatang baru itu sendiri. Masyarakat yang tidak puas dengan petahana, akhirnya mencari sosok yang dianggap mumpuni yang diharapkan bisa memenuhi keinginan masyarakat.


berdasar pada sejumlah survei ini posisi petahana saat ini sudah mulai rapuh. Banyak masyarakat yang tidak puas dengan hasil kinerja Bupati, Hal ini tentunya menjadi peluang bagi Pendatang baru untuk bisa memenangkan pilkada sambas mendatang. (Iim)