H. Sutarmidji SH, M.Hum Khawatir dengan kebijakan Bupati Sambas yang melonggarkan kebijakannya terhadap penanganan Covid-19

Sambaskini.com, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji sangat mengkhawatirkan terhadap kebijakan Bupati Kabupaten Sambas yang tampak sudah melonggarkan kebijakan di daerah Kabupaten Sambas.

Hal ini disampaikannya saat Live Talk bersama Tribun Pontianak yang dibawakan langsung oleh Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak , Safruddin bersama Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji dengan tema “Sinergi Pemerintah Provinsi , Forkopimda Kalbar dan Pemda dalam menangani Virus Corona” telah disiarkan melalui Live Streaming Youtube Tribun EO Pontianak , Jumat (8/5/2020).

“Mungkin karena mau pilkada takut tidak dipilih lagi. Maka dari itu tuntutan masyarakat ingin ngopi dan lainnya dipenuhi saja padahal dia tidak tahu akibatnya nanti seperti apa. Saya sudah minta tetap diperketat , karena Sambas orang pulang dari Serawak, Kuching sangat besar. Kalau dibiarkan longgar bahaya juga ,” ujar Sutarmidji.

Ia mengatakan seperti yang masih ngumpul di warung kopi tidak bisa bilang kalau jarak di warung kopi tersebut tiap kursi dan meja berjarak 2 meter .

“Namun tetap saja ngumpul-ngumpul seperti video yang saya dapat di Pemangkat itu bahaya,” ucap Sutarmidji.

Ia mengatakan saat ini kasus yang ditemukan hampir 95 persen adalah Orang Tanpa Gejala ( OTG). Pasien tampak sehat dan semua pasien berjumlah 95 orang yang sedang diisolasi hampir 100 persen dalam keadaan segar bugar .

“Kalau OTG dia tidak tau bahwa dia bisa menularkan kepada orang lain itu sangat bahaya. Jadi kalau imun mereka kuat tidak parah terpapar tapi kalau ada penyakit bawaan akan bahaya ,” ujarnya.

Maka dari itu sudah dianjurkan yang umur diatas 60 tahun dan ada penyakit bawaan di gratis untik melaksanakan rapid test.

“Jadi silahkan daftar dulu nanti diatur jadwalnya. Lalu setelah itu kita juga lakukan tracing dan lakukan sampel untuk rapid test . Walau pun akurasi Rapid Test hanya 60 persen setidaknya sudah menunjukan apakah didalam tubuh seseorang ada virus atau tidak,” pungkas Sutarmidji. (why)

Sumber: Tribun Pontianak