Sutarmidji Gubernur Kalimantan Barat

Sambaskini.com, PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, perlu ada persiapan untuk menghadapi kenormalan baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dalam beberapa minggu ke depan ia berharap aktivitas kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan, namun dengan protokol tertentu.

Ia mencontohkan untuk sekolah, masing-masing kepala sekolah sudah harus mempersiapkan hal-hal penunjang. Seperti tempat cuci tangan, ruang belajar yang dibuat berjarak dan lain sebagainya.

“Nah sehingga ke depan meubelernya mungkin kami akan buat tidak lagi satu (meja) untuk berdua tapi satu-satu, sehingga bisa diatur jaraknya,” ungkapnya, Selasa (26/5).

Selain itu kebersihan lingkungan sekolah juga harus dijaga. Para pelajar dan guru wajib memulai hidup yang lebih disiplin.

Termasuk di rumah-rumah ibadah juga diminta harus disiapkan fasilitas untuk mencuci tangan. Para jemaah diwajibkan menggunakan masker serta menjalankan protokol kesehatan lainnya demi mencegah penularan Covid-19.

“Sehingga kehidupan normal ke depan itu tetap menjaga disiplin, kalau misalnya ada merasa tidak enak badan dan lain sebagainya cepat pergi ke dokter, jangan dipaksakan bekerja,” kata Midji sapaan akrabnya.

Semua hal tentang kenormalan baru menurutnya bakal ditata sedemikian rupa. Dengan perkiraan dalam beberapa minggu ke depan semuanya sudah bisa dijalankan.

“Saya harap lebih cepat lebih bagus supaya masyarakat bisa beraktivitas, tapi semuanya harus kita persiapkan, tidak asal, apalagi untuk kepentingan politik, tidak,” tegasnya.

Memang diakuinya tahun ini ada tujuh daerah di Kalbar yang bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Meski demikian, setiap keputusan yang diambil jangan ada niat sedikitpun untuk kepentingan politik.

“Jangan ada yang mempertaruhkan nyawa masyarakat untuk kepentingan politik, saya harap ini menjadi perhatian,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta cerdas dalam melihat fenomena yang ada. Apakah kebijakan yang diambil kepala daerah atau politisi hanya untuk popularitas atau betul demi kepentingan masyarakat.

Orang nomor satu di Kalbar itu bersama jajaran Forkopimda seperti Pangdam dan Kapolda memastikan bekerja selalu untuk kepentingan masyarakat. Semua kebijakan diputuskan dengan mempertimbangkan fakta dan data yang ada.

“Terserah orang mau bilang apa, kami yang tahu datanya, faktanya dan kami yang tahu bagaimana harus bertindak. Tidak ada niat sedikitpun untuk bikin susah masyarakat tapi semuanya untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat, bukan kepentingan pribadi kami pengambil keputusan,” tutupnya.(why)

Sumber: Pontianak post