Hamka Siregar Tokoh KAHMI Kalbar ilustrasti

SambasKini.Com. PONTIANAK: Kops Alumni Himpunan Mahasiawa Islam(KAHMI) Kalbar berduka, karena kehilangan salah satu putra terbaiknya, yang telah mengabdi puluhan tahun, terutama dalam bidang pendidikan Islam. Dia adalah Prof. Dr H. Hamka Siregar, M.Ag, guru besar Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Mantan Rektor IAIN, sebelumnya juga menjabat Ketua STAIN Pontianak ini, meninggal pada Sabtu (05/09/20), usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, telah meninggal dunia, Prof. Dr. H. Hamka Siregar, M. Ag, di rumah sakit Mitra Medika hari ini, Sabtu, 5 September 2020 Pukul 08.50 WIB. Semoga Almarhum di tempatkan di tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, Aamiin,” demikian status yang menghiasa facebook dan pesan berantai lewat Whatsapp.

Prof. Dr H. Hamka Siregar, M.Ag , adalah tokoh pendidikan Agama Islam, yang merupakan Guru Besar Mata Kuliah Ushul Fiqh. Ia dinobatkan sebagai Guru Besar IAIN Pontianak, dengan angka kredit 858,50, pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri Pontianak.

Perjalanan karier Hamka Siregar di IAIN Pontianak, sangat cemerlang. Ia telah memimpin kampus Islam ternama di Kalbar ini sejak masih berstatus Sekolah Tinggi (STAIN) Pontianak.  Alumnus S3 Studi Islam, UIN Sunan Kalijaga Tahun 2009 ini, menjadikan IAIN Pontianak sebagai Pusat Kajian Islam di Kalimantan.

Saat menjabat Rektor, ia menyatakan siap membawa Perguruan Tinggi tersebut menjadi pusat kajian studi Islam di Kalimantan Barat maupun Regional. Hal ini, menurut dia, karena setelah diteliti, banyak yang belum diangkat ke tingkat nasional dari Kalbar.

Sementara di Kalbar, lanjut dia, Islam mempunyai peran penting. Misalnya Kabupaten Sambas selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan Agama Islam. Begitu juga kesultanan atau kerajaan lain di Kalbar, seperti Sintang, Sanggau, Landak, Pontianak, hingga Matan di Ketapang.

Ia menilai, mulai dari pesisir hingga pedalaman, sejarah Kalbar adalah juga sejarah Islam dan menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan Kalbar.

Hamka Siregar dalam disertasinya menyatakan bahwa Kalbar, khususnya Sintang merupakan kerajaan nusantara yang pertama kali didatangi oleh pedagang Islam di masa Utsmaniyah. Namun sejarah ini seolah ditutupi oleh sejarah lain sehingga menempatkan Kalbar setelah Atjeh dan Jawa dalam penyebaran Islam di nusantara.

Melalui pusat kajian Islam, ia ingin melahirkan cendikia-cendikia Muslim dengan pemikiran yang memajukan umat Muslim dari IAIN Pontianak. Ia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada fakultas kelautan, perikanan, pertanian, teknologi, kedokteran di perguruan tinggi Islam tersebut.

Menurutnya, kalau Islam memaksakan kehendak, tidak mungkin dapat berkuasa tujuh abad di Spanyol. Pemerintahan boleh Islam, tapi silakan warga negara mempunyai pilihan masing-masing.

Nama Prof. Dr. Hamka Siregar, M.Ag juga tidak bisa dipisahkan dari perkembangan STAIN Pontianak menjadi IAIN, yang terwujud dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2013 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak menjadi Institut Agama Islam Negeri Pontianak.

Perubahan status tersebut terwujud pada 30 Juli 2013 dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 6 Agustus 2013 pada Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2013 nomor 123.

Saat itu, dari lima Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang beralih status STAIN menjadi IAIN, yaitu STAIN Padang Sidempuan, STAIN Tulungagung, STAIN Palu, STAIN Ternate, dan STAIN Pontianak.

Sementara, Prof. Dr. Hamka Siregar, M.Ag, saat itu masih Dr. Hamka Siregar, M.Ag, dilantik menjadi Rektor IAIN Pontianak pada 30 April 2014.

Setelah perubahan status ini, IAIN Pontianak semakin berkembang, dengan peningkatan keilmuan yang signifikan, baik itu ilmu-ilmu umum maupun ilmu-ilmu agama.  Selain itu, dari segi fisik kita sudah bisa lihat ada perubahan besar yang terjadi di kampus ini dalam beberapa tahun terakhir.

 

Sumber : Suara Pemred