Ilustrasi Bakal Calon Bupati Sambas pada Pilkada 2020

SambasKini.com. SAMBAS : Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Sambas, dipastikan akan belangsung seru. Keseruan tersebut adalah saat menculnya tokoh-tokoh baru, yang bisa dipastikan akan menantang sang petahana, Atbah Romin Suhaili, yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Sambas.

Sejumlah nama yang santer terdengar akan maju sebagai penantang utama Atbah, di antaranya adalah Hairiah, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) mendampingi Atbah.

Hairiah adalah sosok yang sangat terkenal di Sambas. Sebelum menjadi Wabup, ia merupakan aktivis kemanusiaan di Bumi Serambi Mekah-nya Kalbar. Hairian pun mengatakan dirinya mantap untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Sambas 2020.

“Saya pastikan saya maju di Pilkada Kabupaten Sambas, untuk posisi masih dalam proses, yang penting realistis di lapangan, dari referensi berbagai survei menjadi salah satu  pertimbangan  kita untuk menentukan posisi,” ungkapnya.

Hairiah juga mengatakan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung dirinya sebagai kader untuk maju pada Pilkada yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 tersebut.

“Untuk partai pendukung, sebagai kader, PPP akan mendukung dengan Surat Mandat yang dikeluarkan oleh DPP kepada saya. Untuk dukungan partai lain, kita semua berproses ya, komunikasi sudah di jalankan ke berbagai parpol yang ada,” katanya.

Hairiah menilai, kemunculan figur perempuan pada proses demokrasi adalah sesuatu yang baik, dan ini menunjukkan adanya kesetaraan gender yang sama dalam demokrasi. Menurutnya, calon perempuan, merupakan representasi bahwa setiap orang mempunyai hak untuk di pilih dan memilih.

“Demokrasi dibangun dengan equality dan kesetaraan gender, jadi siapapun yang maju sebagai bagian dari warna demokrasi, baik perempuan dan laki laki mempunyai keaempatan yang sama,” paparnya.

Digadang-gadang memiliki peluang kuat untuk bisa tampil di Pilkada Sambas, dan kabar PKB melirik dirinya, H Satono, mengatakan, telah berkomunikasi baik dengan banyak Partai Politik (Parpol). Terkait hal ini, hampir semua Parpol membuka penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Demikian juga PKB dan kami menjalin komunikasi yang baik dengan partai tersebut, kami sudah mendaftar dan mengikuti penjaringan yang dilakukan oleh PKB. Ketertarikan yang ditanyakan tersebut hanya bisa dijawab oleh Partai PKB,” ungkap Satono.

Dia juga mengatakan, saat ini secara intens terus membuka komunikasi politik dengan partai, harapannya agar pada waktu yang tepat pihaknya bisa menyatakan secara resmi untuk maju di Pilkada Sambas.

“Upaya untuk memenuhi persyaratan pencalonan sebanyak sembilan kursi, belum saatnya untuk menyampaikan bahwa partai tertentu sudah memberikan dukungan, Insya Allah kami akan menyampaikannya pada saat deklarasi nanti,” tuturnya.
Selain melakukan lobi politik dengan Parpol, banyak persiapan lain yang juga sudah di lakukan oleh Bang Haji Satono. Yang pertama, sejak awal ia sudah berpasangan dengan Fahrur Rofi, sebagai Bakal Calon Wabup Sambas 2020.

“Dan kami mendaftar ke Parpol-Parpol dalam satu kesatuan, sejauh ini kami berdiskusi dengan relawan dan sahabat untuk terus mengabarkan niat baik tersebut,” jelasnya.

Sebagai ASN, ia melihat, yang pertama yang perlu ditata adalah, pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) suatu tim dalam bekerja sesuai dengan keahliannya. Ini lah yang akan dilakukannya saat maju menjadi Bacalon Bupati.

“Artinya the right man in the right place sangat penting. Ketika sudah masuk ke dunia birokrat, tidak ada lagi orang ku, dan orang mu, tidak ada mengkotak kotak kan, penting mampu bekerja sesuai dengqn keahlian dan tupoksi,” tutur Satono.

Beberapa hal yang juga mesti menjadi perhatian kata Satono adalah kualitas pelayanan publik yang haru terus ditata. Pelayanan publik, seperti pelayanan kesehatan, izin, dan hal yang menyangkut dokumen kependudukan,
lalu mendorong percepatan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat.

“Saya juga melihat pentingnya bank Data, sinkroniaasi data sangat penting dalam pembangunan,” katanya.

Dia juga menilai potensi pertanian dan perikanan sangat berpeluang untuk menjadi prioritas pembangunan, pasalnya sebagian besar masyarakat Kabupaten Sambas bekerja pada bidang tersebut, ditambah dengan sumber daya alam yang melimpah.

“Karena Sambas sebagian besar penduduknya dominan bergerak disektor pertanian, perikanan, maka sektor pertanianlah yang harus menjadi prioritas pembangunan, bukan berarti sektor lain tidak penting, mulai dari hulu hingga ke hilir harus mendapat perhatian, pemerintah hadir ditengah mereka,” ujar pria yang juga Ketua DDII Kabupaten Sambas tersebut.

Sang petahana, Atbah Romin Suhaili, mengatakan memenangkan Pemilukada Tahun 2020, adalah takdir dari Allah SWT. Ia menyebutkan, siapa yang akan jadi Bupati 2021-2024, sudah tertulis namanya di lauhul mahfuzh.

“Tapi kita belum dapat bocoran, semua tidak boleh mendahului takdir. Kepemimpinan itu hak mutlak milik Allah, diberikan kepada orang yang dikehendaki dan dicabut dari orang yang dikehendaki pula. Dia muliakan orang dengan kepemimpinan atau dihinakan,” ungkapnya.

Dikatakan Atbah, hubungan baik dan komunikasi dengan Parpol selalu dibuka dan terjalin silaturahim dengan baik. Semua partai terbuka untuk mendukung, karena, ia membuka ruang komunikasi pertemanan dengan semua Parpol.

“Dan tidak pernah menutup komunikasi sedikitpun, karena saya sadar sambas harus dibangun dengan niat baik bersama dan kekuatan bersama,” jelasnya.

Menurut Atbah, siapa yang akan menjadi bakal calon Wakil Bupatinya nanti, ditentukan dengan banyak pertimbangan. Baginya, banyak variable untuk menentukan pendamping, data ilmiah, fakta lapangan, feeling dan firasatpun mungkin jadi variable itu.

“Tentunya istikharah cara memilih dan menentukan terbaik menurut Allah , cara yang pernah diajarkan nabi Muhammad saw untuk kita ikuti,” jelasnya.

Banyak nama yang muncul untuk mencalonkan diri mereka sebagai bakal calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati, menurut Atbah para tokoh yang muncul ini adalah orang-orang yang berkualitas.

“Semua pribadi yang baik, sholeh, jujur serta amanah dan semua berniat untuk tidak korupsi dan menyelewengkan uang negara insya Allah,” katanya.

Selama pemerintahan nya, tak jarang muncul berbagai isu miring, Bagi Atbah hal ini sudah menjadi konsekuensi bagi pemimpin untuk dikoreksi oleh rakyatnya. Ia pun menikmati isu miring itu, apalagi dibuat tanpa data dan fakta, dan tidak boleh baper. Semuanya ia jadikan itu sebagai penasehat terbaik untuk lebih baik kedepan.

“Saya mengajak semua pihak untuk taat dan patuh kepada pancasila dalam pilkada, amalkan pancasila dalam berpolitik, politik yang mengenal Tuhan, sipat kemanusiaan, adab dan etika, persatuan hindari perpecahan, kebijaksanaan, musyawarah dan berkeadilan sosial,” lanjutnya. (Ran)

Sumber : Suara Pemred