KNPI Harap KPU Rekrut PPK dan PPS Berintregitas

0
8

Sambaskini.com. SAMBAS : Wakil Ketua Bidang Kajian Publik, Komunikasi dan Media, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sambas, Imbran mengingatkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas agar dalam pelaksanaan penerimaan PPK, PPS dan KPPS dilakukan dengan hati-hati dan profesional.

“Untuk KPU agar berhati-hati dalam bekerja dan mengutamakan profesionalitas agar tidak terjadi hal buruk yang menimpaa komisioner KPU RI Wahyu Setiawan yang dinilai merupakan peringatan atau masukan yang baik untuk terus meningkatkan integritas dan profesionalitas penyelenggara Pemilu di Sambas,” ujarnya, Selasa (14/01/20).

Karenanya kata Imbran, profesionalitas dan integritas hari di tingkatkan oleh penyelenggara pemilu.

Hal itu perlu di tingkatkan, mengingat saat ini KPU masih menjadi pusat perhatian masyarakat, karena kasus yang menimpa komisioner KPU RI beberapa waktu lalu.

“Terus tingkatkan integritas dan profesionalitas penyelenggara pemilu di Sambas. Dan untuk momentum ini, rekrutlah orang-orang yang memiliki integritas” tegasnya.

Ia menjelaskan, KPU, punya juga harus punya standar etika perilaku dalam kode etik penyelenggara Pemilu.

“Apalagi ini dalam masa perekrutan Anggota PPK, oleh karenanya untuk menjadi rujukan etik dalam jalankan tugasnya penyelenggaraan pemilu,” tutur Imbran.

Disampaikannya, PPK, PPS dan KPPS adalah nafas tersendiri bagi KPU.

Hal itu lantaran perannya yang sangat vital karena bersentuhan langsung dengan proses pungut hitung pemilihan Bupati dan wakil Bupati akan datang.

Oleh karenanya, peran strategis dari para pejuang penyelenggara Demokrasi ini harus di lakukan oleh orang-orang yang berintegritas.

Agar nantinya menghasilkan pemilu yang berkualitas, dan pemimpin yang bertanggungjawab.

“Untuk itu, dasarnya dulu. Kalau penyelenggara dari tingkat bawah memiliki integritas yang baik. Maka level atas saya yakin tidak akan ada main mata.”

“Tapi kalau di level bawah sudah berani bermain angka, itu akan jadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu. Dan ini yang akan mengancam Demokrasi kita,” tutupnya. (Ran)