Bupati Sambas (ilustrasi)

PONTIANAK—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tujuh Kabupaten di Kalimantan Barat pada 9 Desember 2020 mendatang, menyisakan banyak persiapan partai politik.

Sisa hitungan beberapa bulan ke depan, umumnya Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalonkada) diusung masih misterius. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, tetap mencari format terbaik dalam mengusung figur terbaik.

Arif Joni Prasetyo Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Barat (Kalbar) misalnya masih belum mengumumkan siapa saja bakal calon di pilkada Kalbar.

“Yang sudah keluar Surat Keputusan (SK) dari DPP PKS, tentunya tetap konsisten diusung. Itu artinya sudah melalui prosedural dan proses survei hingga pemberian SK DPP PKS,” kata Arif baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya pada tahapan dikeluarkannya SK mengikuti secara otomatis kenaikan elektabilitas Bacalonkada diusung PKS. ”Artinya proses elektabilitas lewat survei dan pertimbangan lain juga kami lakukan,” ujarnya.

DPP PKS sendiri memang sudah mengeluarkan SK kepada Bacalonkada diusung. Seperti Kabupaten Ketapang, duet Junaidi-Syahrani menjadi Bacalonkada terkuat untuk duduk sebagai Kepala Daerah. Sementara, untuk Kabupaten Sambas, H. Atbah Romin Suhaili diberikan keleluasaan atau surat tugas mencari Bacalonkada khusus Wabup.

Untuk Pilkada di Kabupaten Sambas sendiri memang banyak mengajukan diri untuk berpasangan dengan Petahana, Atbah Romin Suhaili. Mulai dari tokoh masyarakat, ASN aktif, tokoh politik, anggota dewan sampai kepada tokoh-tokoh lainnya.

“Namun kewenangan tetap kepada untuk menentukan siapa terbaik diantara pilihan terbaiknya,” jelasnya.

Meski demikian, DPW PKS Kalbar tetap meminta bahwa pada bulan Juni 2020 ini juga, untukm Bacalonkada Wabup di Sambas sudah fix. Artinya nama yang akan mendampingi petahana juga sudah jelas dan tertera.

Bagaimana daerah lain? Arif menjawab bahwa untuk Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, Bengkayang hingga Sekadau masih dalam prose pendekatan kepada Bacalonkada diusung. Nah nama kabupaten terakhir kabarnya akan ditetapkan dari calon PKS sendiri yang memiliki satu visi dan misi dengan partai. (Ran)

Sumber: Pontianak Post