Ilustrasi pilkada Sambas 2020

SambasKini.com. SAMBAS: Ketatnya perebutan kursi Bupati & Wakil Bupati Sambas dan dukungan akar rumput akan terus menggeliat. Munculnya penantang diproyeksi akan memberikan kejutan bahkan berpotensi menumbangkan petahana.

Tercatat setidaknya ada empat pasang yang sudah daftar ke KPU Sambas termasuk bupati petahana kembali maju untuk kedua kalinya. Tetapi, tidak menjamin majunya bupati petahana bisa mulus.
Diproyeksi akan terjadi pertarungan sengit di Pilkada Sambas 2020.

Pasangan H. Satono – Fahrur Rofi bisa muncul dengan kejutan. Dari latar belakang birokrat, strategi H. Satono menggandeng Fahrur Rofi bisa jadi amunisi kuat. Sebab, Fahrur Rofi merupakan putra Burhanuddin A Rasyid Mantan bupati Sambas dua periode.

Burhanuddin A Rasyid dianggap mampu menjaga basis massanya. Apalagi pasangan H. Satono – Fahrur Rofi di Usung Partai Pemenang Pemilu 2019 yaitu Partai Gerindra yang dibuktikan dengan mampu meraup suara pada pemilu 2019 lalu.

Bakal calon bupati sambas, Satono mengakui akan berjuang seoptimal mungkin untuk dapat memenangkan Pilkada sambaa 2020. Pihaknya mengaku punya strategi yang sudah disiapkan matang untuk bertarung.

“Strategi tentu disiapkan, termasuk terus menguatkan akar rumput yang menjadi basis yang kuat bagi kami,” bebernya. Selasa (14/09/20)

“Saya tentu tak asal pilih, ada kelebihan yang dimiliki Fahrur Rofi sehingga saya memilihnya menjadi pendamping di pilkada Sambas 2020 untuk menarik suara,” tegasnya.

Sementara Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Syarif Usmulyadi, menilai Dari tiga nama yang santer menjadi penantang Atbah-Hairiah, dia melihat pasangan Satono-Rofi yang punya kans menang paling besar. Pasangan ini, dinilai menarik perhatian masyarakat karena figurnya muda milenial.

“Kemudian masyarakat percaya mereka sangat mengerti pemerintahan karena keduanya PNS. Sehingga dengan memilih mereka, mungkin akan ada terobosan baru yang dilakukan, karena mereka paham pemerintahan,” tuturnya.

Selain itu, jika dilihat dari pembelahan etnis, figur Satono yang merupakan mualaf akan berpeluang dipilih 12 sampai 13 persen penduduk Sambas dari etnis Tionghoa. Pasangan ini juga dianggap kuat karena figur Rofi yang merupakan putra mantan Bupati Sambas, Burhanudin yang ketokohannya masih sangat kuat.

“Artinya di belakangnya ada good father yang memberikan masukkan-masukkan dan pengaruh yang cukup luas di Sambas,” jelasnya.

Di sisi lain, pasangan ini juga diuntungkan dengan efek ekor jas partai pengusung mereka yakni Gerindra dan PAN. Sebab pada Pemilu 2019 lalu, kedua partai ini mengusung Prabowo Subianto maju sebagai calon Presiden dan berhasil meraup suara masyarakat Sambas. Kondisi ini, tentu akan memberikan pengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat Sambas.

“Jadi peluang yang besar bisa menyaingi Atbah-Hairiah adalah Satono-Rofi. kemungkinan Atbah – Hairiah bisa digulingkan,” tegasnya.

Seperti diketahui tiga pasangan lainnya yang mendaftar ke KPU Sambas, pasangan Dr Helman Fachri – Darso, Atbah Romin Suhaili – Hj Hairiah dan pasangan Heroaldi Djuhardi Alwi – Rubaety Erlita Prabasa. (RAN)