Didukung Dewan Da’wah Pusat. Satono: Kegiatan Da’wah dan Keagamaan Di Kabupaten Sambas Akan didukung Penuh Oleh Pemda

0
93
H. Satono Saat Bertemu Dengan Pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat, Jakarta, 18/7/2019

“Selepas saya SMA, saya kemudian masuk ke pesantren Ibnu Taimiyah di daerah saya hingga sampailah saya mengenyam pendidikan ilmu da’wah di STID Mohammad Nastir kepunyaan Dewan Da’wah” jelas Haji Satono tentang latar belakang perjalanan pendidikan beliau. Selain seorang da’i, Haji satono juga sekarang menjadi birokrat karir di Pemerintahan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan posisi Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat.

JAKARTA, Sambas_Kini.com: “Kalau lah saya nanti terpilih menjadi Bupati, maka kegiatan da’wah di Sambas insya Allah akan didukung penuh oleh Pemda” demikian tekad Bakal Calon Bupati Haji Satono, seorang kader da’wah yang sekarang menjadi Ketua Dewan Da’wah Sambas sekaligus da’i tulen Dewan Da’wah jebolan STID Mohammad Natsir.

Dalam silaturrahimnya ke Pimpinan Dewan Da’wah Pusat (17/7) Haji Satono menjelaskan desakan dari masyarakat kepada beliau untuk mau maju menjadi Bupati tahun 2020 karena kondisi masyarakat Sambas yang kurang terurus dengan baik. “Selama ini saya tidak terlalu berminat sebenarnya menjadi Bupati, tapi setiap saya datang ke kampung kampung dalam rangka menjalankan tugas saya sebagai pegawai negeri, banyak masyarakat meminta saya untuk maju menjadi Bupati tahun 2020 nanti” jelas H. Satono di depan para pimpinan Dewan Da’wah (Pembina, Pengurus dan Pengawas- Red).

H. Satono Bersama Pimpinan dewan Da’wah Pusat

Bagi Haji Satono desakan tersebut merupakan cerminan dari aspirasi masyarakat yang ingin perubahan lebih baik di Sambas. Maka tagline“Sambas Baru Berkemajuan” menjadi sebuah kalimat yang mencerminkan keinginan masyarakat terhadap perubahan tersebut. “Berkemajuan itu sebenarnya singkatan dari Beriman, Kemandirian, Maju dan Berkelanjutan, kenapa beriman saya tempatkan menjadi prioritas utama, karena Sambas adalah bekas kesultanan Islam yang sangat terkenal dulu di Dunia, jadi fondasi utama agar masyarakat bisa maju adalah iman yang kuat dulu, insya Allah kalau sudah imannya kuat akan banyak keberkahan sehingga masyarakat bisa sejahtera dan mandiri dengan hasil hasil bumi yang ada di Sambas” jelas Haji Satono dengan berapi api.

Prioritas “beriman” yang menjadi fondasi dasar bagi Haji Satono jika terpilih nanti menjadi Bupati bukanlah isapan jempol belaka, karena beliau terbukti telah merintis Akademi Da’wah Indonesia (ADI) di Sambas sejak 15 tahun yang lalu bersama dengan Bupati sebelumnya bapak Burhanuddin. Berkat ketekunan beliau mengurus Akademi Da’wah Indonesia di Sambas maka tak aneh, Sambas merupakan lumbung da’i bagi Dewan Da’wah Pusat. Jumlah da’i yang sekarang bertugas di Sambas ada sekitar 400-an orang, sebuah jumlah yang cukup signifikan untuk sebuah Kabupaten berpenduduk 500 ribu-an jiwa.

“Makanya saya meminang saudara Fahrul Rofi sebagai bakal calon Wakil Bupati saya karena keinginan saya melanjutkan dukungan pemda kepada Akademi Da’wah Indonesia di masa ayahnda beliau Bapak Burhanuddin” jelas Haji Satono. “Bapak Burhanuddin telah membuka jalan bagi pesatnya kemajuan ADI di masa beliau menjabat, dukungan pemda pada saat itu luar biasa, sehingga Sambas merasakan sekarang berkahnya memiliki da’i da’i pembina masyarakat terutama di daerah daerah perbatasan dan pedalaman” ujar Haji Satono. “Saya mau dukungan itu hadir kembali agar keberkahan di bumi Sambas terus terjaga. karena hanya dengan para da’i lah masyarakat akan bisa berubah termasuk berubah etos kerja dan semangat hidupnya” jawab Haji Satono merespon pertanyaan para pimpinan Dewan Da’wah ketika bertanya tentang cukup signifikannya jumlah da’i di Sambas.

Bagi Haji Satono, jika masyarakat terus terbina melalui para da’i maka urusan peningkatan ekonomi bukanlah hal yang sulit untuk terwujud karena modal alam sambas yang begitu berlimpah “dengan sentuhan Para Da’i, maka masyarakat nanti akan tergerak untuk mau hidup lebih disiplin, jujur dan bersungguh sungguh bekerja, karena penanaman iman yang benar oleh para da’i tentunya akan berdampak positif bagi produktifitas masyarakat” jelas beliau.

Mimpi Haji Satono adalah menjadikan Sambas menjadi sebuah Kabupaten percontohan di Indonesia dimana religiusitas masyarakat menjadi faktor pendorong kemajuan ekonomi dan kemajuan lainnya. Sehingga bagi beliau jabatan Bupati ini hanyalah alat kita memajukan agama dan masyarakat. 

Sumber: mediadakwah.id/2019/07/18/haji-satono-bakal-calon-bupati-kader-dawah/